Seorang pemilik Ferrari di China menggugat orang tua dari empat anak yang diduga merusak mobil supernya senilai Rp8,5 miliar.

Insiden terjadi di Kunming, Provinsi Yunnan, China barat daya, pada akhir Mei.

>>> Ford Mulai Produksi Baterai di Michigan dengan Teknologi China

Empat anak tetangga yang dilaporkan berusia di bawah 10 tahun melihat Ferrari 488 GTB merah yang diparkir di area terbuka.

Rekaman CCTV yang beredar di media sosial menunjukkan anak-anak itu memanjat mobil, duduk di kaca depan, naik ke atap, lalu menggunakan kaca belakang sebagai perosotan.

Mereka juga menyentuh bodi mobil dengan bambu panjang.

Saat pemilik kembali dari perjalanan dinas, ia menemukan goresan dalam di kap mesin, atap, spatbor, lampu belakang, dan jendela, serta bumper depan retak.

Sebagai seorang ayah, ia awalnya mencoba bersikap lunak. Ia tidak membawa mobil ke diler Ferrari karena estimasi biaya perbaikan mencapai ¥100.000 (Rp220 juta).

Sebaliknya, ia memilih bengkel lokal dan suku cadang aftermarket dengan biaya ¥29.360 (Rp64,6 juta).

>>> Audi Hentikan Strategi Mobil Global Satu untuk Semua

Pemilik membawa kwitansi ke kantor polisi dan bertemu orang tua anak-anak dalam dua sesi.

Namun, menurut South China Morning Post, orang tua hanya menawarkan ¥5.000 (Rp11 juta) sebagai kompensasi dan tidak membawa anak-anak mereka untuk meminta maaf.

Pemilik Ferrari kemudian menarik diri dari negosiasi dan mengajukan gugatan perdata untuk menuntut biaya perbaikan penuh.

Menurut hukum China, anak di bawah 14 tahun dibebaskan dari tahanan administratif, sehingga jalur perdata menjadi satu-satunya cara bagi pemilik properti untuk menuntut pertanggungjawaban dari wali hukum mereka.

Ferrari 488 GTB yang dimaksud dibekali mesin V8 twin-turbo bertenaga 661 hp.

>>> Audi Hentikan Strategi Mobil Global Satu Ukuran untuk Semua

Mobil produksi 2015-2020 itu dibeli baru oleh pemilik dengan harga ¥3,6 juta (Rp7,9 miliar) dan belum pernah tergores sebelumnya.