Pemegang saham mayoritas Tokopedia, TikTok, akhirnya buka suara terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang disebut mencapai 90 persen dari total karyawan.

Juru Bicara TikTok mengonfirmasi bahwa perusahaan tengah melakukan penyesuaian organisasi riset dan pengembangan (R&D) untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

>>> Jaksa: Jokowi Merasa Dihina Sehina-hinanya oleh Dokter Tifa

"Kami tengah menyelaraskan organisasi R&D pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," ujar Juru Bicara TikTok saat dikonfirmasi CNNIndonesia.

com, Kamis (2/7).

Perusahaan menegaskan bahwa langkah PHK bukanlah keputusan yang mudah. Manajemen berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi karyawan yang terdampak selama masa transisi.

"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini," kata Juru Bicara TikTok.

>>> Belgia Comeback Dramatis, Singkirkan Senegal di Piala Dunia

Selain itu, TikTok menyatakan akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual.

Komitmen pemberdayaan pelaku usaha lokal juga tetap dijalankan.

"Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia," ungkap Juru Bicara TikTok.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa ByteDance, induk usaha TikTok, melakukan PHK terhadap 90 persen pegawai Tokopedia. Informasi ini disebarluaskan oleh akun Instagram @ecommurz.

>>> Nailoong Debut di Bandung, Hadir di Trans Studio Mall 1-12 Juli

Sebagai informasi, TikTok menjadi pemegang saham mayoritas Tokopedia setelah mengakuisisi 75 persen saham e-commerce tersebut pada akhir 2023.