Volkswagen (VW) memproyeksikan penjualan mobil berbahan bakar bensin di pasar global akan mengalami penurunan drastis dalam 10 tahun ke depan.

Penurunan ini didorong oleh meningkatnya populasi kendaraan listrik serta pemberlakuan regulasi yang membatasi peredaran mobil konvensional.

>>> Pradiksi Gunatama Realisasikan Capex Rp 26,6 Miliar hingga Mei 2026

Martin Sander, Anggota Dewan Direksi Pemasaran dan Purna Jual VW, menyatakan bahwa penjualan mobil bensin hanya akan tersisa tiga, empat, atau lima persen pada 2035.

Ia menilai dominasi kendaraan listrik di masa depan akan membuat mobil bensin terlihat kuno, seperti kereta kuda pada abad ke-20.

Kritik terhadap Pendekatan Larangan

Meski optimistis terhadap elektrifikasi, Sander mengkritik metode global yang fokus pada larangan penjualan mobil bensin.

"Inilah mengapa saya membenci diskusi tentang larangan mobil ICE (mesin pembakaran internal)," ujarnya.

>>> CEO Grab Indonesia Ungkap Strategi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi

Ia menyayangkan para pemimpin negara yang lebih sibuk menerbitkan aturan larangan daripada memperluas infrastruktur penunjang.

Menurut Sander, konsumen perlu diyakinkan dengan infrastruktur pengisian daya yang memadai, bukan dengan ancaman larangan.

"Mari kita bicarakan apa yang perlu dilakukan untuk meyakinkan pelanggan: infrastruktur pengisian daya, keunggulan kendaraan listrik, dan harga energi," tambahnya.

>>> DPR Sahkan UU Polri Baru untuk Tingkatkan Profesionalisme Anggota

Ia yakin keyakinan konsumen akan meningkat jika kendala kepemilikan, seperti keterbatasan infrastruktur, dapat diselesaikan oleh pembuat kebijakan.