PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) mencatat realisasi belanja modal (capex) sebesar Rp 26,6 miliar hingga Mei 2026.

Jumlah tersebut setara dengan 19 persen dari total pagu anggaran capex tahun 2026 yang mencapai Rp 167,6 miliar.

>>> CEO Grab Indonesia Ungkap Strategi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi

Informasi ini disampaikan dalam acara Publik Ekspose perusahaan pada Selasa (9/6/2026).

Anggaran capex tahun ini dialokasikan untuk sektor tanaman sebesar Rp 119,6 miliar dan sektor non-tanaman senilai Rp 47,9 miliar.

Rincian Realisasi Capex Tanaman dan Non-Tanaman

Finance and Accounting Manager Pradiksi Gunatama Donisius G memerinci penyerapan capex tanaman telah mencapai Rp 21,6 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk pemeliharaan tanaman belum menghasilkan sebesar Rp 9,8 miliar, kegiatan pembibitan Rp 8,5 miliar, dan pengerjaan replanting Rp 3,6 miliar.

Sementara itu, realisasi capex non-tanaman mencapai Rp 5 miliar.

Anggaran non-tanaman mencakup pembangunan infrastruktur Rp 22 miliar, pengadaan alat berat Rp 2,3 miliar, serta pemenuhan mesin perkakas perkebunan Rp 16,7 miliar.

>>> DPR Sahkan UU Polri Baru untuk Tingkatkan Profesionalisme Anggota

Donisius G menyatakan bahwa seluruh hasil produksi Crude Palm Oil (CPO) PGUN akan difokuskan kepada perusahaan induk, PT Jhonlin Agro Jaya Tbk (JARR).

Langkah ini diambil karena kapasitas tampung JARR dinilai masih besar untuk menyerap produksi dan mendukung program B50 pemerintah.

Direktur Keuangan PT Pradiksi Gunatama Tbk Tamlikho mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada awal 2026.

Berdasarkan laporan keuangan, PGUN membukukan penjualan bersih Rp 166,54 miliar dengan laba bersih Rp 32,48 miliar per kuartal I 2026.

Manajemen PGUN berkomitmen menerapkan ilmu perkebunan modern dan adopsi teknologi mutakhir untuk menjaga keberlanjutan keuangan.

>>> Apple Siapkan MacBook Ultra Layar Sentuh dengan Panel OLED

Perusahaan juga fokus pada pemenuhan prinsip ESG serta optimalisasi aset guna efisiensi tata kelola operasional.