>>> Bank Sinarmas Luncurkan Reksa Dana STAR Fixed Income 4 Kelas Utama

Untuk mendukung distribusi, pemerintah menargetkan jaringan transmisi sepanjang hampir 48.000 kilometer sirkuit (kms) dan gardu induk berkapasitas total 108.000 MVA dari Sumatera hingga Papua.

Proyek akselerasi ini dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk tiga tahun ke depan demi memperkuat kemandirian energi nasional.

"Produksi listrik dari tenaga surya akan kita percepat.

Kita sudah canangkan akan membangun 100 gigawatt dari tenaga surya dalam tiga tahun ini," ujar Prabowo dalam pidato rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menanggapi target tersebut, Kementerian ESDM bersama PLN akan fokus menggarap proyek tahap pertama sebesar 17 GW.

Komitmen ini menjadi bagian dari upaya pemerataan energi terbarukan hingga ke wilayah terpencil.

"Komitmen pemerintah menuju pemerataan energi terbarukan di tempat terpencil. Mulai dari pengembangan PLTS 100 GW.

Pak Rizal [Direktur Manajemen Pembangkitan PLN] kita sudah sampaikan, tahap awal adalah 17 GW," ungkap Jisman P. Hutajulu, Staf Ahli Bidang Perencanaan Strategis ESDM.

Kebutuhan investasi untuk pengembangan PLTS 100 GW diperkirakan mencapai US$71,3 miliar atau setara Rp1.140 triliun.

Pemerintah mengajak partisipasi pelaku usaha swasta.

>>> Banggar DPR Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp 17.500 dalam Tiga Pekan

Kementerian ESDM membagi proyek ini menjadi PLTS skala besar bertarget 87,5 GWp dengan BESS 111 GWh bertarif US$5,5—25 sen per kWh, serta PLTS skala kecil bertarget 13,2 GWp dengan 34,8 GWh BESS bertarif US$9—40 sen per kWh.