Kalau petani muda Papua kuat, maka ketahanan pangan Papua juga akan kuat," tambah Sudaryono.

Aspirasi Petani Lokal dan Peran Negara

Gracia Billy Mambrasar menyampaikan aspirasi para petani lokal terkait tantangan struktural yang dihadapi, seperti keterbatasan modal, teknologi, dan pendampingan teknis.

"Saya datang membawa aspirasi petani-petani Orang Asli Papua.

Mereka punya tanah, mereka punya semangat, mereka punya komoditas lokal, tetapi mereka membutuhkan pelatihan, pendampingan, teknologi, akses pembiayaan, dan akses pasar.

Mereka tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri. Negara harus hadir untuk memberdayakan mereka," kata Billy.

Dari kacamata ekonomi pembangunan, pelibatan aktif masyarakat lokal dipandang krusial agar perputaran uang dan dampak investasi tetap berada di dalam ekosistem ekonomi kampung.

"Dalam teori ekonomi pembangunan, pertumbuhan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran atau nilai investasi.

>>> Kehadiran Edwin Hidayat dan Anthony Leong Dinilai Percepat Transformasi Digital Telkom

Yang menentukan dampak pembangunan adalah siapa yang terlibat dalam rantai produksinya, siapa yang menerima pendapatannya, dan apakah uang tersebut berputar kembali di ekonomi lokal.

Jika petani Orang Asli Papua dilibatkan, maka tercipta efek pengganda lokal: pendapatan petani naik, konsumsi rumah tangga meningkat, tenaga kerja lokal terserap, dan ekonomi kampung bergerak," ujar Billy.

Ia menilai kehadiran negara lewat penyediaan ekosistem yang adil dapat mengoreksi kegagalan pasar akibat ketimpangan informasi dan akses modal bagi pemuda Papua.

"Di sinilah peran negara menjadi penting. Pemerintah harus hadir untuk menutup kesenjangan kapasitas.

Petani muda Papua bukan tidak mampu, tetapi selama ini belum mendapatkan ekosistem yang adil untuk tumbuh.

Ketika akses pelatihan, pendampingan, irigasi, bibit, alat pertanian, dan pasar dibuka, mereka bisa menjadi kekuatan ekonomi baru di Tanah Papua," lanjut Billy.