Dukungan teknis mengenai tata kelola air dan pemetaan wilayah juga disiapkan oleh Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian demi menyesuaikan kondisi geografis Papua yang beragam.

"Papua memiliki karakter wilayah yang sangat beragam. Karena itu, pendekatan pertanian di Papua harus berbasis kondisi lahan, ketersediaan air, dan kebutuhan petani setempat.

Kami siap mendukung penguatan lahan dan irigasi pertanian agar petani Papua dapat meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan," ujar Hermanto.

Pengembangan kapasitas SDM turut menjadi fokus utama BPPSDMP Kementan RI melalui program pelatihan praktis yang berkelanjutan dan kurikulum berbasis kebutuhan lapangan.

"Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP memiliki komitmen untuk memperkuat kapasitas petani muda. Petani Papua perlu mendapatkan pelatihan yang praktis, pendampingan yang berkelanjutan, dan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Kami melihat kolaborasi dengan Billy Mambrasar selama ini menjadi contoh baik bagaimana anak-anak muda Papua dapat digerakkan untuk masuk ke sektor pertanian," kata Idha Widi Arshanti.

Sektor peternakan rakyat juga akan diintegrasikan guna menjamin pemenuhan kebutuhan protein hewani sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga setempat.

"Pengembangan peternakan di Papua harus melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama.

Dengan pendampingan kesehatan hewan, manajemen pakan, pembibitan, dan penguatan kelembagaan peternak, petani dan peternak muda Papua dapat menjadi bagian penting dari penyediaan pangan lokal," kata perwakilan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

>>> Laba Bersih BSI Melonjak 17,79 Persen Capai Rp2,80 Triliun

Pertemuan ini melanjutkan kemitraan strategis yang telah berjalan sejak periode 2019–2024 guna melahirkan generasi baru petani muda Papua yang mandiri.