"Jelas bahwa salah satu kemampuan utama satelit Rusia ini adalah gangguan dan penolakan sistem navigasi GPS Amerika dan Bei Dou China, jika Kremlin memutuskan untuk melakukannya," tulis para peneliti.

Potensi Ancaman Senjata Luar Angkasa

Hal yang paling mengkhawatirkan dari temuan ini adalah potensi bahaya yang bisa terjadi di masa depan. Rusia sebenarnya hanya perlu melakukan sedikit modifikasi untuk meningkatkan daya rusak sistem.

Modifikasi ringan tersebut dapat mengubah sistem pengintai menjadi senjata jamming GPS yang masif. Peningkatan performa pemancar dapat memperluas dampak pemblokiran sinyal navigasi global.

"Sedikit perubahan frekuensi dan peningkatan daya pancar adalah yang dibutuhkan untuk mencegah penerimaan satu atau kedua sistem di area berukuran benua," tulis para peneliti.

Dengan konfigurasi yang sedikit diubah, satelit Rusia berpotensi melumpuhkan navigasi GPS dan Bei Dou. Wilayah kelumpuhan bisa mencakup area seluas Eropa atau Amerika Utara sekaligus.

Humphreys juga memperingatkan bahwa Rusia bisa mengubah strategi interferensi mereka dari bulan ke bulan. Fleksibilitas sistem satelit militer ini memungkinkan perubahan target secara dinamis.

Rusia dapat menargetkan pesawat terbang tertentu dengan tingkat presisi yang sangat tinggi. Mereka kemudian bisa beralih ke pemblokiran seluruh sektor wilayah udara atau menciptakan gangguan berskala luas.

Metode Gangguan Jarak Jauh Rusia

Jamming dari satelit luar angkasa hanyalah salah satu metode dari sekian banyak opsi milik Rusia. Humphreys menjelaskan bahwa skala gangguan GPS sangat bergantung pada lokasi sumber berada.

Untuk sumber jamming yang dipasang di pesawat udara, jangkauan efektifnya bisa mencapai 450 kilometer. Sementara sumber pengganggu di darat hanya mempengaruhi radius maksimum 50 kilometer.

Dengan memposisikan satelit di luar angkasa, jangkauan jamming dapat diperluas hingga skala benua. Jangkauan ini jauh melampaui kemampuan sumber jamming darat atau udara mana pun.

Para peneliti menggambarkan temuan ini sebagai pengungkapan ancaman besar yang sebelumnya tidak diketahui publik. Kasus transmisi satelit yang mengganggu sinyal GPS pernah tercatat dua kali sebelumnya.

Namun dalam kedua kasus terdahulu, gangguan dianggap sebagai akibat dari kesalahan teknis semata. Kasus terbaru ini menjadi insiden pertama yang diidentifikasi sebagai aksi kesengajaan.

Kedutaan Besar Rusia di Amerika Serikat menyatakan tidak bersedia memberikan komentar mengenai temuan ini saat dikonfirmasi New York Times.

>>> Raffi Ahmad Gandeng Hotman Paris usai Disebut di Kasus Bea Cukai

Sementara itu, petinggi Angkatan Udara AS telah menerima laporan resmi dari para peneliti.