>>> BKN Tegaskan Hoaks Pendaftaran CPNS 2026 di Media Sosial

Meski memiliki catatan akurasi impresif, Klement mengimbau masyarakat agar tidak menelan bulat-bulat hasil perhitungan tersebut.

Menurutnya, sepak bola memiliki tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi sehingga tidak bisa diukur sepenuhnya secara matematis.

"Ini sepenuhnya tidak rasional. Sama seperti bermain lotre," kata Klement.

Ia menilai keputusan bertaruh dengan modal prediksi statistik merupakan langkah yang keliru.

"Saya selalu mengatakan bahwa jika ada orang yang memasang taruhan berdasarkan prediksi saya tentang siapa juara dunia berikutnya, maka orang itu sudah tidak bisa ditolong," ujarnya.

Klement mengibaratkan analisis ini seperti lemparan koin di mana hasil sebelumnya tidak menjamin konsistensi hasil berikutnya secara mutlak.

"Anda mungkin saja memprediksi koin akan jatuh pada sisi gambar empat kali berturut-turut, dan itu memang bisa terjadi.

Tetapi hal itu tidak menjamin hasil yang sama akan terjadi lagi pada lemparan berikutnya," jelasnya.

Bagi tim nasional Belanda, ramalan ini menjadi catatan menarik mengingat status mereka sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola yang belum pernah meraih trofi Piala Dunia.

De Oranje tercatat hanya menjadi runner-up sebanyak tiga kali, yakni pada edisi 1974, 1978, dan 2010.

Pada turnamen kali ini, tim yang ditangani Ronald Koeman akan mengawali laga perdana melawan Jepang pada 14 Juni.

>>> iPadOS 27 Hadirkan Integrasi AI Canggih dan Keamanan Anak yang Lebih Baik

Belanda berada di Grup F bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia.