Petugas haji Indonesia di Madinah terus mematangkan persiapan menyambut kedatangan jemaah gelombang kedua. Evaluasi pelayanan pada gelombang pertama menjadi bekal berharga untuk meningkatkan kualitas layanan.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah PPIH 2026, Khalilurrahman, memantau langsung proses penyambutan di berbagai sektor. Ia memastikan seluruh operasional berjalan sesuai rencana.

>>> Polri Tunda Operasi Patuh 2026, Ini Alasannya

Menurut Khalilurrahman, koordinasi antara petugas sektor, ketua kloter, dan ketua rombongan menjadi kunci utama. Hal ini membantu mengatasi hambatan di lokasi penempatan secara cepat.

"Alhamdulillah, berdasarkan pengalaman pada gelombang pertama, sudah lebih mapan. Petugas akomodasi segera tanggap berkomunikasi dengan ketua kloter dan rombongan sehingga hambatan cepat tertangani," ujar Khalilurrahman.

Meski demikian, masih ada tantangan seperti penyesuaian kamar karena beberapa hotel masih dihuni jemaah negara lain.

Selain itu, ada pergeseran jadwal kedatangan kloter yang tiba lebih cepat dari estimasi.

>>> IATMI Kritik Penunjukan Lemigas sebagai BLU Impor Migas

Salah satu kloter tercatat tiba di hotel pada pukul 15.30 waktu setempat, maju dari jadwal semula pukul 17.00.

Petugas akomodasi segera melakukan penataan cepat untuk mencegah penumpukan jemaah di lobi hotel.

Informasi dari Terminal Hijrah Madinah menjadi acuan penting bagi petugas sektor. Laporan tersebut mencakup jumlah bus, keterlambatan armada, hingga perubahan waktu tiba jemaah.

"Teman-teman hijrah yang pertama menerima kedatangan.

>>> Christian Eriksen Pulih dan Kembali ke Rumah Usai Kolaps di Laga Denmark vs Ukraina

Mereka memantulkan informasi jumlah bus, apakah ada bus dalam satu kloter yang terlambat, dan perubahan waktu tiba," jelas Khalilurrahman.