Menjelang Piala Dunia 2026, sejumlah analis dan pengamat sepak bola mulai memetakan persaingan ketat dari 48 negara peserta yang terbagi ke dalam 12 grup.

Format turnamen kali ini memastikan dua tim teratas dari setiap grup beserta delapan tim peringkat ketiga terbaik akan melaju ke babak gugur menggunakan sistem penilaian selisih gol hingga peringkat FIFA.

>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,50 Persen, Perkuat Stabilitas Rupiah

Ekuador dan Jerman Bersaing di Grup E

Kondisi menarik terjadi di Grup E, di mana tim nasional Ekuador yang hanya kebobolan lima gol dalam 18 pertandingan kualifikasi dinilai menjadi penantang serius bagi Jerman yang difavoritkan.

Generasi emas Ekuador saat ini diperkuat oleh deretan pemain top seperti Moisés Caicedo, Willian Pacho, Piero Hincapié, Pervis Estupiñan, Kendry Paez, hingga pencetak gol terbanyak sepanjang masa mereka, Enner Valencia.

Kejutan dari Tim Non-Unggulan

Selain Ekuador, persaingan di grup lain juga diprediksi melahirkan kejutan dari tim-tim non-unggulan seperti Aljazair di Grup J yang mengantongi rekor impresif dalam beberapa laga terakhir, serta Paraguay di Grup D yang mengandalkan gaya permainan defensif.

Kanada yang awalnya menjadi pilihan populer di Grup B justru diprediksi mengalami kesulitan akibat badai cedera yang menimpa Moïse Bombito dan Alphonso Davies, sehingga membuka jalan bagi Swiss untuk memimpin grup.

Sementara itu, persaingan di Grup G memicu perbedaan pandangan mengenai peluang tim nasional Belgia yang masih mengandalkan sisa generasi emas mereka seperti Jérémy Doku, Kevin De Bruyne, Thibaut Courtois, dan Leandro Trossard.

Pakar taruhan Fox Sports, Chris Fallica, memberikan analisis mendalam mengenai peta persaingan di beberapa grup, termasuk potensi kejutan dari perwakilan Afrika.