Kenaikan yield saat ini justru merupakan proses pemulihan fungsi pasar yang sehat," kata Fakhrul.

Menurut Fakhrul, tingkat imbal hasil SBN yang mayoritas di atas 7 persen akan meningkatkan daya saing pasar Indonesia.

Penyesuaian biaya bunga yang sedikit meninggi dipandang lebih aman daripada membiarkan nilai tukar rupiah melemah drastis.

"Biaya bunga yang sedikit lebih tinggi, sering kali jauh lebih murah dibandingkan biaya yang harus ditanggung ketika rupiah mengalami pelemahan berlebihan," ujar Fakhrul.

Langkah krusial berikutnya untuk mengembalikan kepercayaan investor adalah transparansi arah kebijakan fiskal, termasuk evaluasi mendalam terhadap program belanja negara seperti MBG.

"Pasar membutuhkan keyakinan bahwa seluruh program prioritas pemerintah dapat dijalankan secara berkelanjutan tanpa mengurangi kredibilitas fiskal Indonesia," kata Fakhrul.

Perpaduan antara normalisasi yield, perbaikan kurva imbal hasil, penguatan rupiah, serta reformasi fiskal yang konsisten diproyeksikan akan menarik kembali aliran modal asing.

>>> Klausul Performa Ancam Posisi George Russell di Mercedes

"Pada akhirnya, investor tidak mencari yield yang rendah. Investor mencari negara yang kredibel, pasar yang berfungsi, dan kebijakan yang konsisten," pungkas Fakhrul.