Tapi inflasi sebenarnya sejauh ini kita masih lumayan stabil," kata David.

Risiko Beban Bunga dan Inverted Yield Curve

Kenaikan yield acuan membawa risiko pembengkakan beban bunga dalam postur fiskal, sehingga pemerintah disarankan terus mengawal inflasi dan meluncurkan kebijakan reformis.

"Makanya kuncinya kita harus jaga inflasi. Ya policy-policynya juga harus, ya basically reformnya terus dijalankan lah," kata David.

Pasar obligasi juga dibayangi potensi inverted yield curve setelah imbal hasil SBN tenor 1 tahun melonjak 44,68 persen menjadi 7,22 persen dari posisi awal 4,99 persen.

Peralihan investasi ke tenor pendek mencerminkan adanya proyeksi perlambatan ekonomi di masa mendatang.

>>> Jadwal Program Televisi Rabu, 10 Juni 2026 ada Film Bioskop Arsenal dan The Humanity Bureau di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE serta Link Nonton

"Berarti ada ekspektasi di pasar bahwa ada perlambatan ekonomi ke depan. Biasanya begitu.

Kalau orang larinya ke tenor pendek berarti ada ekspektasi dan belum tentu kejadian juga.

Tapi ada probabilitas ke sana, itu kenapa mereka lari ke yield curve-nya itu makanya sedikit meningkat ya yang jangka pendek," jelas David.

Pemerintah diharapkan segera menyusun simulasi dan uji stres agar defisit anggaran tidak menyentuh angka 3 persen.

Sementara itu, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian memandang kenaikan imbal hasil ini sebagai proses normalisasi setelah kurva bergerak datar terlalu lama.

"Selama beberapa bulan terakhir, kita melihat kondisi yang tidak normal.

Kurva imbal hasil terlalu datar dan tidak sepenuhnya mencerminkan risiko yang sedang dihadapi perekonomian Indonesia maupun kondisi global.