Pemilik bengkel komponen kendaraan elektrik menyarankan pengguna motor listrik untuk mengganti baterai tipe Sealed Lead Acid (SLA) secara total dalam satu paket.

Langkah ini penting untuk menghindari penurunan performa drastis akibat ketidakseimbangan daya.

>>> Proses Balancing Baterai Bisa Atasi Penurunan Jarak Tempuh Mobil Listrik

Abdulah, pemilik bengkel Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, menjelaskan bahwa mencampur baterai baru dengan baterai lama yang sudah melemah membuat sistem kelistrikan tidak optimal.

"Kalau SLA saya sarankan harus ganti total. Misalkan ada empat SLA, itu harus diganti.

Kalau tidak, berpengaruh banget," katanya.

Di lapangan, banyak konsumen tetap memaksa mengganti hanya satu unit aki karena pertimbangan biaya. Meski risiko sudah dijelaskan, mereka tetap ngotot.

"Saya sudah jelaskan panjang lebar, tetap ngotot satu aja. Ya sudah, risikonya ditanggung konsumen," ujar Abdulah.

>>> Penjualan Mobil PHEV di Indonesia Melonjak 2.196 Persen

Akibatnya, konsumen harus kembali ke bengkel dalam hitungan hari karena masalah yang sama. "Saya bilang, dua minggu pasti balik.

Benar saja, kalau SLA ganti satuan, dua minggu balik. Ada yang baru dua hari saja balik," tambahnya.

Sejumlah produsen motor listrik di Indonesia masih menggunakan baterai timbal-asam tertutup ini untuk beberapa lini produk.

Contohnya Uwinfly T3 dan Yadea yang menggunakan enam unit SLA dengan kapasitas lebih besar dan harga lebih mahal.

>>> Renault Duster Terbaru Meluncur di India, Harga Mulai Rp 190 Jutaan

Secara teknis, baterai SLA dirancang rapat dan minim perawatan tanpa perlu pengisian air aki berkala. Namun, bobotnya lebih berat dan usia pakainya lebih pendek dibandingkan baterai lithium-ion.