Penurunan jarak tempuh kendaraan listrik maupun hybrid setelah beberapa tahun pemakaian tidak selalu menandakan kerusakan fatal yang memerlukan penggantian komponen baru.

Masalah efisiensi daya ini dapat diatasi melalui proses balancing untuk mengoptimalkan kembali voltase pada setiap sel baterai.

>>> Penjualan Mobil PHEV di Indonesia Melonjak 2.196 Persen

Penyebab utama penurunan performa paket baterai adalah perbedaan tegangan antar sel seiring waktu penggunaan.

Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, menjelaskan bahwa balancing menyamakan isi atau voltase setiap sel baterai agar menjadi sama.

"Misal ada 3 sel baterai dengan volt yang berbeda, nanti volt yang tinggi akan berkurang untuk mengisi volt yang rendah sampai hampir sama," kata Yogig.

Pemilik kendaraan biasanya merasakan indikasi awal ketidakseimbangan voltase saat jarak tempuh maksimal dalam sekali pengisian daya penuh mulai berkurang secara konstan.

Yogig mencontohkan mobil baru yang awalnya mampu melaju hingga 300 kilometer bisa mengalami penurunan performa setelah satu hingga dua tahun pemakaian.

"Tapi kalau misal ngerasanya berkurangnya 30 persen-an itu, mungkin bisa ketolong sama balancing dulu," ujarnya.

>>> Renault Duster Terbaru Meluncur di India, Harga Mulai Rp 190 Jutaan

Sebaliknya, potensi kerusakan permanen pada sel baterai patut diwaspadai jika penurunan jarak tempuh sudah drastis.

Penyelarasan tegangan tidak akan maksimal apabila sel internal sudah aus atau cacat fungsi.

"Tapi kalau misal berkurangnya hampir 50 persen, kemungkinan ada baterai yang udah benar-benar rusak," kata Yogig.

Pemilik mobil wajib melakukan pemantauan berkala terhadap jarak tempuh dalam beberapa siklus pengisian daya pascabalancing.

Evaluasi ini penting untuk memastikan apakah penurunan daya tahan baterai murni karena ketidakseimbangan tegangan atau kerusakan sel.

>>> Karoseri MTU Ungkap Perbedaan Fungsi Truk Towing dan Self Loader

"Tapi kalau nanti udah di-balancing, ternyata dipakai nge-cas sampai kurang lebih lima kali cas, terus berkurang lagi jarak tempuhnya, nah itu berarti ada kemungkinan baterai sudah mengalami kerusakan," pungkas Yogig.