Rentetan turnovers ini sempat menahan laju ofensif New York dan mencegah mereka mengumpulkan poin secara beruntun di paruh kedua.

Spurs mengawali laga dengan energi tinggi layaknya tim yang berada di ujung tanduk, mampu mendikte tempo permainan pada beberapa menit pertama.

Agresivitas pertahanan Spurs memaksa Knicks melakukan turnovers pada dua dari tiga penguasaan bola awal mereka.

New York tampil agak lamban di awal dan meleset dalam dua dari enam tembakan pertama mereka.

Setelah terlalu banyak melepaskan tembakan melompat pada Game 1 dan Game 2, San Antonio kini lebih agresif menyerang area dalam Knicks.

Victor Wembanyama melepaskan empat tembakan pertamanya dari dalam area penalti, dan barisan garda Spurs seperti De'Aaron Fox, Stephon Castle, dan Dylan Harper terus menusuk untuk mencetak poin di bawah ring.

Strategi ini membuahkan hasil dengan catatan 28 poin di area dalam pada paruh pertama Game 3, meningkat dari hanya 22 poin pada paruh pertama Game 2.

Kombinasi Wembanyama dan Castle menghasilkan 33 poin lewat akurasi tembakan 68,4 persen (13 dari 19 tembakan) di paruh pertama untuk Spurs.

Namun, pemain San Antonio lainnya kurang mampu menciptakan peluang sendiri ketika pertahanan Knicks mulai memberikan tekanan ketat kepada Wembanyama dan Castle.

>>> Arumi Bachsin Dampingi Anak Sulung Bersiap Masuk SMP

De'Aaron Fox hanya mengemas 4 poin dari 2 dari 6 tembakan pada paruh tersebut, meskipun ia menyumbang 5 asis.

Atmosfer menjelang Game 3 di Madison Square Garden dipenuhi antusiasme tinggi dari para pesohor dan harga tiket yang melonjak tajam.

Rapper Jadakiss dan Fat Joe, serta aktor Ben Stiller turut hadir menyaksikan persiapan tim.