New York Knicks sukses membalikkan kedudukan setelah tertinggal 11 angka untuk memimpin 64-57 atas San Antonio Spurs pada paruh pertama Game 3 Final NBA di Madison Square Garden, Senin (9/6/2026).

Tim tuan rumah kini unggul 2-0 dalam seri dan hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk memastikan gelar juara liga.

>>> Telkom Indonesia Sepakati Dividen Jumbo Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun

Laga berjalan dengan intensitas tinggi dan fisik keras sejak awal, setelah Spurs sempat memimpin 33-22 pada kuarter pertama.

Kehadiran Presiden Donald Trump di arena memicu pengetatan keamanan signifikan di sekitar Madison Square Garden.

Pagar pembatas antipanjat dan penghalang kendaraan dipasang di area lima blok sekitar arena, menutup akses jalan bagi kendaraan umum dan pejalan kaki.

Kebangkitan Knicks di Kuarter Kedua

Knicks bangkit pada kuarter kedua dengan mencetak rentetan poin 11-2 di awal periode.

Mereka berbalik mengungguli San Antonio dengan selisih 18 poin di kuarter tersebut dan menutup paruh pertama melalui laju poin 14-3.

Sektor pertahanan menjadi pemicu kebangkitan Knicks, yang memanfaatkan keunggulan postur dan atletisitas untuk menyulitkan tusukan lawan.

Akurasi tembakan Spurs di kuarter kedua tertahan di angka 45 persen (9 dari 20 tembakan), berbanding terbalik dengan akurasi New York yang mencapai 73,7 persen (14 dari 19 tembakan).

Pertahanan solid ini menghasilkan peluang transisi cepat yang membawa Knicks unggul 9-0 dalam poin serangan balik di paruh pertama.

Masalah Turnover Knicks

Masalah terbesar bagi Knicks dalam pertandingan ini adalah kesalahan sendiri atau turnovers.

Hingga kuarter ketiga, Knicks melakukan 11 turnovers yang menghasilkan 19 poin untuk San Antonio, sementara Spurs hanya melakukan 6 kesalahan yang dikonversi menjadi 5 poin oleh New York.