Akses digital yang memadai dinilai bukan sekadar pelengkap gaya hidup, melainkan alat pemberdayaan krusial bagi perempuan.

Riset tersebut memaparkan bahwa keterhubungan digital memberikan kontrol yang lebih baik bagi perempuan terhadap sektor kesehatan serta proses pengambilan keputusan dalam rumah tangga.

Konektivitas ini juga memperkuat relasi sosial antar-komunitas untuk berbagi informasi penting terkait kesehatan reproduksi, khususnya bagi populasi marjinal.

Penggunaan teknologi online turut membantu meringankan dampak kemiskinan dengan membuka peluang ekonomi yang lebih fleksibel.

Melalui hasil studi ini, tim peneliti mendesak adanya pemerataan dampak positif teknologi agar kaum perempuan tidak makin terisolasi dari kemajuan AI global.

>>> Harga Emas Dunia Solid di Atas US$ 4.300 per Ons Troi pada 9 Juni 2026

"Kita harus memastikan bahwa perempuan menjadi peserta yang setara dalam masyarakat digital dan tidak tertinggal," tutup peneliti.