Sebuah studi terbaru dari Universitas Oxford mengungkap kesenjangan gender yang signifikan dalam akses internet dan kepemilikan ponsel di berbagai belahan dunia.

Penelitian bertajuk "Digital Gender Gaps" ini menyoroti ketertinggalan perempuan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

>>> Harga Mayoritas Komoditas Pangan di Pasar Tradisional Turun

"Penelitian kami menunjukkan bahwa perempuan masih tertinggal dari laki-laki dalam akses mereka terhadap internet dan telepon seluler di banyak bagian dunia," ujar Profesor Ridhi Kashyap, pemimpin studi dari Departemen Sosiologi dan Pusat Ilmu Demografi Leverhulme Universitas Oxford.

Kesenjangan Terbesar di Afrika Sub-Sahara dan Asia Selatan

Tim peneliti melacak basis data akses digital berdasarkan gender yang mencakup 117 negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMICs) di tingkat subnasional.

Hasilnya menunjukkan kesenjangan terbesar terjadi di wilayah Afrika Sub-Sahara dan Asia Selatan.

Data riset membuktikan perempuan di negara LMICs memiliki kemungkinan 22 persen lebih kecil untuk menggunakan internet dan 14 persen lebih kecil untuk memiliki ponsel pintar.

Ketimpangan ini sangat mencolok di negara berpenduduk padat seperti India dan Nigeria.

"Di Nigeria, lebih dari 70% wanita menggunakan internet di ibu kota Lagos di selatan, tetapi kurang dari 20% menggunakan internet di daerah utara seperti Kebbi," kata peneliti.

Kondisi serupa ditemukan di India, di mana pengguna internet perempuan di New Delhi mencapai 75 persen, sedangkan di wilayah utara seperti negara bagian Bihar hanya 35 persen.

>>> Apple Resmi Umumkan iOS 27 dengan Fitur AI Lebih Canggih

Angka-angka ini menjadi bukti bahwa penyebaran teknologi belum merata, terutama di area internal negara berkembang.

Akses Digital sebagai Alat Pemberdayaan