Jakarta – Pergerakan cadangan devisa Indonesia menunjukkan tren negatif dalam lima bulan terakhir. Meski belum dianggap mengkhawatirkan, kondisi ini menjadi sinyal bahwa kinerja devisa perlu mendapat perhatian serius.

Prospek cadangan devisa Indonesia diperkirakan mulai menemui titik jenuh (bottoming out) dan berpotensi mengalami rebound secara gradual pada paruh kedua 2026.

>>> Inspirasi 100 Nama Bayi Perempuan Modern Bernuansa Bunga

Hal ini berdasarkan data Bank Indonesia (BI) yang mencatat posisi cadangan devisa mencapai US$144,9 miliar pada Mei 2026.

Pada Januari 2026, cadangan devisa tercatat sebesar US$154,6 miliar.

Angka tersebut kemudian turun menjadi US$151,9 miliar pada Februari dan kembali menurun menjadi US$148,2 miliar pada Maret.

>>> Jadwal KRL Jogja Solo 9 Juni 2026: Rute Lengkap dan Jam Keberangkatan

Tren pelemahan berlanjut pada April dengan posisi US$146,2 miliar, sebelum mencapai US$144,9 miliar pada Mei 2026.

Penurunan ini terjadi secara bertahap selama lima bulan berturut-turut.

>>> Menkes: Indonesia Kekurangan 93.200 Dokter Umum

Meskipun tren negatif, para analis memperkirakan cadangan devisa akan segera mencapai titik terendah. Rebound diperkirakan terjadi secara perlahan pada paruh kedua tahun 2026.