PT Pegadaian mencatat laba bersih sebesar Rp 8,3 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini tumbuh 40% dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala Departemen Layanan Outlet dan Prioritas PT Pegadaian, Shinta Kusumastuti, menyampaikan apresiasi kepada 19 juta nasabah. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi pendorong utama pencapaian tersebut.

>>> Wasit Piala Dunia Asal Somalia Ditolak Masuk AS

Selain laba bersih, Pegadaian berhasil mempertahankan pangsa pasar gadai nasional di kisaran 80%. Perusahaan juga terus memperkuat ekosistem investasi emas melalui Tabungan Emas dan Cicil Emas.

Ekspansi ke Layanan Bank Emas

Pegadaian kini resmi mengembangkan bisnis bullion services atau layanan bank emas. Izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan telah diperoleh sejak Desember 2024.

Layanan yang akan diluncurkan meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas.

Langkah ini menempatkan Pegadaian sebagai pionir di industri emas nasional.

>>> Banyak Masyarakat Indonesia Masih Takut Periksa ke Dokter Gigi

Perusahaan yang berdiri sejak 1 April 1901 di Sukabumi ini terus bertransformasi. Pegadaian tidak lagi hanya fokus pada gadai konvensional, tetapi juga merambah investasi dan pembiayaan digital.

Hingga saat ini, Pegadaian melayani lebih dari 19 juta nasabah melalui 4.000 outlet aktif.

Sinergi dengan BRI dan PNM dalam Holding Ultra Mikro sejak 2021 turut memperluas akses pembiayaan UMKM.

Berbagai layanan seperti kredit mikro, KUR Syariah, kredit kendaraan, hingga pembiayaan haji dan umrah dapat diakses melalui outlet fisik, Agen Pegadaian, atau aplikasi Tring!

>>> Kemenhaj Usut Dugaan Penipuan Dam dan Badal Haji Rp1,4 Miliar

by Pegadaian.