Polisi Pastikan Isu Tabrak Lari Fortuner di Jalan Raya Hanya Salah Paham
Kepolisian memastikan bahwa isu tabrak lari yang melibatkan sebuah Toyota Fortuner di jalan raya hanyalah kesalahpahaman.
Peristiwa itu dipicu oleh provokasi dan cekcok antara pengemudi mobil dengan beberapa pengendara sepeda motor.
>>> Toyota Kembangkan Simulasi Transmisi Manual untuk EV, Lengkap dengan Kopling
Insiden bermula ketika pengemudi Fortuner berinisial ES (44) terlibat perselisihan ruang jalan dengan seorang pemotor. Dua pengendara motor lain tiba-tiba datang dan menghadang laju kendaraan ES.
ES mengaku sempat memaki karena merasa jalannya dihalangi. Adu mulut pun terjadi di pinggir jalan.
Berdasarkan pemeriksaan polisi, salah satu pengendara motor diduga sengaja menabrakkan diri ke bodi mobil. Tindakan itu dinilai sebagai bentuk provokasi untuk memancing kemarahan.
Provokasi Teriakan Memicu Amuk Massa
Situasi semakin tidak terkendali saat pemotor yang terlibat cekcok mulai mengejar mobil ES. Sepanjang jalan, ia berteriak histeris dan menuduh Fortuner melakukan tabrak lari.
Warga dan pengguna jalan lain yang mendengar teriakan itu langsung terprovokasi. Massa kemudian merusak mobil Fortuner milik ES tanpa mencari tahu kebenarannya.
>>> Opel Konfirmasi Generasi Baru Astra dan Corsa Hadir Sebelum 2030
Langkah Terbaik Menghadapi Amuk Massa
Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menilai situasi yang dihadapi ES sangat dilematis.
Pengemudi dihadapkan pada pilihan antara melarikan diri ke kantor polisi atau turun untuk memberi penjelasan.
"Sepertinya kondisinya terjepit, maju kena mundur kena. Tapi, paling benar adalah kooperatif, tindakan ini yang paling mudah meredam emosi warga," ujar Sony.
Ia menambahkan bahwa tindakan kooperatif sangat penting karena keterlambatan sedikit saja bisa memicu ribuan massa anarkis.
Sony menyarankan agar membiarkan polisi menyelesaikan masalah dan merekomendasikan pemasangan dashcam sebagai alat bukti.
>>> Kota Ini Buktikan Keselamatan Jalan Bisa Dicapai dengan Biaya Murah
"Orang-orang kita rata-rata sumbu pendek tanpa tahu masalahnya, miris sih. Dashcam tetap dibutuhkan untuk rekam bukti," ujarnya.
Update Terbaru
Purbaya Kaji Sumber Pendanaan Universitas Republik Indonesia, Pakai APBN?
Jumat / 24-07-2026, 14:17 WIB
Qualcomm Dikabarkan Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Lebih Terjangkau
Jumat / 24-07-2026, 14:17 WIB
Mia Khalifa Pasang Taruhan Rp 18 M di Piala Dunia 2026, Raup Untung Rp 10,5 M
Jumat / 24-07-2026, 14:17 WIB
Hands-on Huawei MatePad Pro Max: Harga Rp26 Juta, AI-nya Bikin Heran
Jumat / 24-07-2026, 14:16 WIB
VinFast Bocorkan 4 Motor Listrik Baru, Termasuk Maxi Scooter
Jumat / 24-07-2026, 14:16 WIB
Midwest Poultry Services Tarik 19 Juta Telur karena Risiko Salmonella
Jumat / 24-07-2026, 14:14 WIB
Panel FDA Rekomendasikan Akses Lebih Mudah ke Peptida Tak Disetujui
Jumat / 24-07-2026, 14:14 WIB
Howard University Coret Lebih dari 500 Mahasiswa Baru karena Tunggakan Biaya
Jumat / 24-07-2026, 14:10 WIB
Reggae Boyz Masuk Grup B di Concacaf Nations League
Jumat / 24-07-2026, 14:10 WIB
Epic Games Store Berikan OTXO dan Sol Cesto Gratis hingga 6 Agustus
Jumat / 24-07-2026, 14:10 WIB
Saham JELI Anjlok 7,6% Setelah UMA Berakhir, Total Turun 26% YTD
Jumat / 24-07-2026, 14:10 WIB
Produk UMKM Akan Dipasarkan di Pesawat Komersial
Jumat / 24-07-2026, 14:10 WIB
Mengenal Lucia dan Jason, Dua Protagonis Utama GTA VI
Jumat / 24-07-2026, 14:10 WIB
Google Perluas Akses AI Agent Selalu Aktif, Tapi Tidak Murah
Jumat / 24-07-2026, 14:09 WIB







