>>> Prancis Atasi Irlandia Utara 3-1 Berkat Hat-trick Michael Olise

Meski kecewa dengan efektivitas serangan dalam dua pertandingan terakhir termasuk saat melawan Aljazair, Koeman menolak untuk panik dan memilih menjaga stabilitas mental anak asuhnya.

"Saya tidak bisa berbuat apa-apa dari pinggir lapangan. Itu saja.

Ini soal mempertahankan kepercayaan. Tapi jika melihat dua pertandingan terakhir, kita harus mencetak minimal tiga hingga empat gol dari lapangan.

Tapi mari kita lihat sisi positifnya bahwa kita akan melakukannya pada Minggu," ujar Koeman.

Saat ditanya lebih lanjut apakah dirinya akan mengambil tindakan keras atau memukul meja di ruang ganti atas hasil yang kurang memuaskan ini, Koeman meresponsnya dengan tawa.

"Memukul meja dengan tinju..." jawab pelatih nasional sambil tertawa.

Koeman menilai keberhasilan menciptakan peluang menunjukkan bahwa kreativitas tim tidak bermasalah, sehingga fokus utama kini beralih pada peningkatan ketajaman.

"Kamu hanya bisa menekankan bahwa mereka harus lebih tajam di depan gawang. Sekali lagi, hal positifnya adalah kamu menciptakan peluang.

Kalau tidak, kamu benar-benar akan berpikir ini masalah yang memusingkan," tambah Koeman.

Pelatih berusia 63 tahun tersebut menegaskan kembali kualitas lini serang anak asuhnya yang diyakini mampu tampil lebih klinis pada pertandingan mendatang.

"Dan itu tidak benar. Karena kami memiliki kualitas untuk mencetak gol dari situ.

>>> John Herdman Puji Mentalitas Pantang Menyerah Timnas U-19 Indonesia

Hanya saja itu tidak terjadi. Dan itulah hal yang kurang baik dari dua pertandingan ini," pungkas Koeman.