>>> Indeks Dolar AS Tembus 100, Rupiah Tertekan

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Depok. Sektor tekstil, pakaian jadi, dan alas kaki di Banten, khususnya Tangerang dan Serang, juga mengalami penurunan.

Perusahaan seperti PT Shewa, Luncheong, dan PT PWI bertahap memotong jumlah staf.

Bahkan perusahaan besar seperti Nikomas mengurangi sekitar 279 pekerja.

Di Karawang, satu pabrik menyudahi operasi dan berdampak pada 295 buruh, sementara kebijakan efisiensi memangkas 294 posisi, ditambah 200 kasus PHK akibat gesekan hubungan industrial.

Kondisi serupa juga meluas ke Jawa Timur, tepatnya di Sidoarjo, di mana CV Asri melepas sekitar 200 pekerja dari lini produksi.

Sektor otomotif dan turunannya juga mulai terpukul akibat harga jual mobil naik dan daya beli masyarakat melemah.

Proyeksi untuk triwulan ke depan menunjukkan tren kontraksi yang belum mereda. Kenaikan beban struktural dan anjloknya daya serap pasar diperkirakan akan memicu efisiensi lanjutan di korporasi lain.

Upaya Mitigasi dan Penyaluran Tenaga Kerja

Pemerintah telah membentuk Satgas Mitigasi PHK. KSPI terus memberikan informasi dan mendorong langkah konkret, terutama memastikan hak-hak buruh diberikan secara penuh.

Selain pemenuhan hak finansial, agenda strategis lainnya adalah program reasimilasi tenaga kerja ke ekosistem industri yang masih ekspansif.

>>> Universal Music Group Jajaki Penerbitan Obligasi Rp20 Triliun

"Kalau memungkinkan, para pekerja bisa disalurkan ke perusahaan lain. Seperti kasus di Tangerang, ada pekerja yang dipindahkan ke pabrik baru di Brebes," terang Said Iqbal.