Penggunaan salep hydrocortisone pada bayi memerlukan perhatian khusus dan wajib berdasarkan anjuran dokter. Para ahli memiliki pandangan berbeda mengenai pengobatan kortikosteroid topikal ini pada usia dini.

Sebagian pakar melarang pemakaian untuk bayi, sedangkan sebagian lagi mengizinkan dengan syarat ketat. Salah satu aturan utamanya adalah area kulit yang diolesi obat tidak boleh tertutup rapat.

>>> Alphabet Himpun Dana 85 Miliar Dollar AS untuk Ekspansi Infrastruktur AI

Durasi pemakaian hydrocortisone pada bayi juga harus dipersingkat.

Para ahli menyarankan batas waktu penggunaan dipotong dari maksimal 7 hari menjadi hanya sekitar 4 hingga 5 hari saja.

Hydrocortisone merupakan obat kortikosteroid topikal yang meredakan pembengkakan dan peradangan kulit.

Produk dengan kadar 1 persen yang dijual bebas umumnya tidak disarankan bagi anak di bawah usia 2 tahun.

Pemakaian rutin dalam jangka panjang memicu risiko gangguan pertumbuhan serta kenaikan berat badan.

Berdasarkan data National Eczema Association, paparan berlebih pada area tubuh yang luas berkaitan dengan lambatnya pertumbuhan fisik anak.

Krim steroid dosis kuat harus dihindari oleh orang tua.

Namun, jenis steroid ringan tetap bisa diaplikasikan untuk meredakan gejala eksim, kemerahan, dan gatal, asalkan berada di bawah pengawasan dokter anak.

Obat ini hanya meredakan gejala luar dan tidak menyembuhkan penyebab utama gangguan kulit.

Oleh karena itu, orang tua disarankan tetap berkonsultasi ke dokter agar masalah kulit tidak kambuh kembali.

Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Penggunaan hydrocortisone berpotensi menimbulkan efek samping seperti kulit kering, iritasi, dan pertumbuhan rambut di area tertentu. Pemakaian jangka panjang bahkan bisa memicu insufisiensi adrenal atau kekurangan hormon kortisol.

Reaksi alergi obat juga dapat muncul dengan gejala bintik putih atau merah, serta rasa terbakar yang memburuk.