Christopher menyarankan investor ritel untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menentukan strategi investasi. Peluang keuntungan jangka pendek tetap ada, namun hanya direkomendasikan bagi investor aktif yang responsif terhadap perubahan cepat.

Bagi pelaku pasar yang kurang berpengalaman, pilihan terbaik adalah menahan diri hingga situasi mereda. Meski volatilitasnya tinggi, aset ini dinilai masih memiliki daya tarik jangka panjang.

"Bitcoin masih layak menjadi pilihan investasi. Namun investor harus lebih cekatan dalam menghadapi dinamika pasar yang saat ini bergerak sangat cepat," ungkapnya.

Pergerakan harga bitcoin diperkirakan masih akan cenderung terbatas pada paruh pertama tahun ini tanpa tanda-tanda reli besar.

Aset kripto utama ini diproyeksikan bergerak di kisaran US$ 65.000 hingga akhir semester pertama.

"Saya memperkirakan bitcoin berada di kisaran US$ 65.000 pada semester I 2026 dan cenderung stagnan.

>>> Sektor Properti Berguguran Saat IHSG Melemah ke Level 5.342

Salah satu faktor yang perlu dicermati adalah keputusan manajemen Strategy terkait kelanjutan penjualan posisi bitcoin mereka," tutup Christopher.