Satu paket baterai litium 72V 25Ah tersusun dari sekitar 100 sel. Ketika terjadi kerusakan, tidak seluruh sel mengalami penurunan performa secara bersamaan.

"Satu rangkaian baterai 72V 25Ah itu ada sekitar 100 pieces sel. Kalau ada yang rusak, biasanya tidak semuanya mati total, jadi masih bisa dimanfaatkan.

Sejauh ini kebanyakan cuma ganti BMS atau beberapa sel saja," ujar Muhlasin.

Situasi ini membuka peluang besar untuk pemanfaatan kembali atau second life bagi sel-sel baterai yang kondisinya masih baik.

Sel bekas dapat beralih fungsi menjadi sumber daya perangkat elektronik berdaya rendah.

Komponen baterai motor listrik yang sudah tidak optimal untuk kendaraan belum tentu menjadi limbah sepenuhnya.

>>> Wuling Beri Garansi Seumur Hidup untuk Baterai Eksion EV dan PHEV

Sebagian masih bisa digunakan kembali, dan sisanya berpotensi masuk ke rantai daur ulang seiring perkembangan industri pengolahan limbah di Indonesia.