Data ekonomi AS terbaru menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang kuat selama tiga bulan berturut-turut hingga Mei 2026, menegaskan ketahanan pasar tenaga kerja pasca-perlambatan tahun lalu.

Kondisi ekonomi yang solid memberi ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi atau kembali menaikkannya demi meredam tekanan inflasi dari konflik Iran.

Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar memproyeksikan peluang 72% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun, kemungkinan besar pada Desember.

Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, menyatakan data ketenagakerjaan terbaru mengindikasikan pasar tenaga kerja berada dalam kondisi relatif seimbang dan mendekati kesempatan kerja penuh.

"Angka ketenagakerjaan terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja dalam kondisi relatif seimbang dan mendekati kesempatan kerja penuh, sementara inflasi yang masih tinggi dapat mengharuskan The Fed menaikkan suku bunga dalam waktu dekat untuk mengendalikannya," ujar Hammack.

Pelemahan pada perdagangan Senin juga melanda komoditas logam mulia lainnya.

Harga perak spot terkoreksi 0,5% menjadi US$ 67,47 per ons, sementara platinum merosot 0,6% ke US$ 1.766,70 per ons.

>>> Shin Tae-yong Tolak Tawaran Klub Lain demi Latih Persija Jakarta

Sebaliknya, palladium bergerak melawan arus dengan mencatat kenaikan tipis 0,3% menjadi US$ 1.229 per ons.