Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga nyaris lima persen pada perdagangan Sesi II hari Senin (8/6/2026).

Aksi jual masif yang terjadi sejak pembukaan pasar modal menjadi pemicu utama kemerosotan ini.

>>> UniPin Series Road to FFNS 2026 Fall Masuki Grand Final

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir dari Bloomberg Technoz, IHSG anjlok 274,74 poin atau setara 4,91 persen ke level 5.320,02 pada pukul 15:05 WIB.

Indeks sempat menyentuh posisi terendah di level 5.317,9 sesaat setelah perdagangan dibuka.

Nilai transaksi di lantai bursa mencapai Rp16,96 triliun dengan total saham ditransaksikan sebanyak 26,53 miliar lembar.

Frekuensi perdagangan tercatat 1,87 juta kali transaksi yang didominasi oleh aksi jual.

Sepuluh Saham Laggard Terbesar

Pelemahan IHSG didorong oleh penurunan harga saham emiten berkapitalisasi besar.

>>> Kemendag Masukkan Ride-Hailing dan OTA ke dalam Regulasi PMSE

Berdasarkan data Bloomberg, terdapat sepuluh saham utama yang menjadi pengikis atau laggard terbesar terhadap IHSG.

PT Telkom Indonesia (TLKM) menjadi laggard teratas dengan pengurangan poin sebesar 41,98.

Disusul PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar 18,92 poin dan PT Bank Central Asia (BBCA) sebesar 18,36 poin.

Saham PT DCI Indonesia (DCII) mengikis 10,21 poin, PT Mayapada Hospital (SRAJ) 8,34 poin, dan PT Bank Mandiri (BMRI) 7,86 poin.

>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Juni 2026, Segera Cek Status

Selanjutnya PT Barito Renewables Energy (BREN) 7,41 poin, PT Mora Telematika Indonesia (MORA) 6,76 poin, PT Astra International (ASII) 6,41 poin, dan PT Impack Pratama Industri (IMPC) 6,39 poin.