“India masuk lagi kembali ke Amerika karena tarifnya disamakan dengan kita. Jadi kompetisi untuk memasok ke Amerika mulai bersaing kembali,” ujar Ibnu Syena.

Direktur Utama ISEA Ibnu Syena Alfitra memaparkan bahwa korporasi memilih fokus meningkatkan produktivitas tambak mandiri. Strategi efisiensi ini diambil untuk mengendalikan biaya produksi ketimbang ekspansi masif.

“Lebih baik meningkatkan produktivitas dari tambak kita sendiri,” katanya.

Manajemen juga memutuskan menahan laba bersih tahun buku 2025 guna memperkuat modal kerja dan pengembangan usaha. Namun, peluang pembagian dividen terbuka jika tren pertumbuhan laba berlanjut.

“Untuk 2025 kami tidak membagikan dividen.

>>> Israel Serang Fasilitas Petrokimia Iran di Mahshahr, Harga Minyak Melonjak

Namun, jika laba bersih lebih bagus dari tahun ini, kami usahakan untuk membuatnya lebih baik,” ujar Ibnu Syena.