Sementara itu, Presiden Mazda GB FC, Thippanet Keanivong, mengungkapkan keberhasilan timnya diraih melalui perjuangan berat. Ia menekankan ketatnya persaingan sejak awal kompetisi hingga laga final.

"Benar-benar pertandingan yang ketat di final, para pemain muda Indonesia juga sangat kuat. Namun kami sudah melakukan persiapan selama dua tahun untuk ajang ini," ucapnya.

Pelatih Bandung Legend, Budi Agil, menerima hasil pertandingan dengan lapang dada. Menurutnya, tim lawan bermain lebih solid dan memanfaatkan kelengahan skuadnya.

"Permainan tim dari Laos sudah terstruktur dan akhirnya karena kesalahan sedikit dari kami yang membuat mereka menang.

Untuk ke Jepang, yang akan dipersiapkan adalah transisi dari 7 vs 7 ke 11 vs 11," imbuhnya.

Tahun 2026 menandai edisi pertama turnamen ini sebagai kualifikasi resmi Asia Tenggara menuju U-12 Junior Soccer World Challenge.

Kompetisi menggunakan format tujuh lawan tujuh dengan durasi 2x15 menit untuk pemain putra kelahiran 1 Januari 2014 hingga 1 Januari 2016.

Ajang U-12 Junior Soccer World Challenge memiliki reputasi besar dalam pembinaan usia dini.

Sejumlah alumni kompetisi ini sukses menembus level profesional, seperti Lamine Yamal, Takefusa Kubo, Gavi, Ansu Fati, dan Xavi Simons.

Reputasi global turnamen ini juga ditunjukkan dengan kehadiran akademi klub papan atas Eropa pada edisi sebelumnya.

>>> Kecelakaan Horor Moto3 Hungaria, David Munoz Alami Patah Tulang Panggul

Tim-tim muda dari FC Barcelona, Manchester City, Liverpool, dan Arsenal pernah berkompetisi di ajang ini.