Sejumlah miliarder dunia seperti Elon Musk dan Mark Zuckerberg memilih untuk tidak membeli rumah mewah secara tunai, meskipun memiliki dana yang lebih dari cukup.

Para ahli keuangan menilai keputusan mengambil kredit kepemilikan rumah bagi orang super kaya merupakan strategi yang cerdas dan memberikan keuntungan finansial besar.

>>> PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Targetkan Okupansi Putri Duyung Naik 5%

Elon Musk, yang dikenal sebagai orang terkaya di dunia, tercatat memiliki beberapa cicilan rumah dengan nilai fantastis.

Ia mengambil pinjaman sebesar 61 juta dolar AS atau sekitar Rp 1 triliun dari Morgan Stanley untuk membeli lima properti di California.

Kekayaan Musk mencapai 703 miliar dolar AS, sehingga nilai pinjaman tersebut relatif kecil. Keputusan meminjam puluhan juta dolar ini berkaitan dengan penempatan aset likuid.

Sebagian besar kekayaan para triliuner tidak disimpan dalam bentuk uang tunai, melainkan terikat dalam investasi, saham, dan obligasi.

"Orang dengan kekayaan sangat tinggi alias ultra-high-net-worth berpikir berbeda soal likuiditas dan utang," kata Miltiadis Kastanis, direktur eksekutif penjualan di perusahaan properti Compass.

"Mereka lebih suka uangnya tetap bekerja untuk mereka dalam bentuk investasi, bisnis, atau bahkan koleksi seni, daripada terkunci semua di satu properti," tutur Kastanis.

Skema ini menguntungkan jika investasi di saham atau bisnis menghasilkan keuntungan sekitar 10 persen per tahun, sedangkan bunga cicilan rumah hanya 5 persen.

"Jika mereka yakin investasi mereka akan menghasilkan keuntungan lebih besar daripada bunga yang dibayarkan untuk cicilan, lebih masuk akal membiayai properti dengan kredit," ujar Kastanis.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, juga menerapkan metode serupa untuk rumahnya di Palo Alto pada tahun 2012.