Pasar keuangan di sejumlah negara Asia mengalami tekanan hebat pada Senin (8/6/2026). Kemerosotan saham teknologi dan penguatan dolar Amerika Serikat menjadi pemicu utama.

Guncangan ini dipicu oleh pudarnya momentum reli global saham kecerdasan buatan setelah laporan tenaga kerja AS akhir pekan lalu dirilis.

>>> Harga Emas Spot Turun 1 Persen ke US$ 4.287,66 per Ons Troi pada 8 Juni 2026

Kondisi ini ikut menyeret kinerja indeks domestik.

Penurunan tajam terjadi pada indeks Kospi Korea Selatan sebesar 9 persen. Indeks utama Taiwan juga merosot hingga 6 persen.

Dampak di Indonesia

Situasi di Indonesia tercatat cukup berat dibandingkan negara tetangga lainnya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 4 persen ke level terendah sejak November 2020.

Rupiah juga tertekan dan menyentuh angka 18.165 per dolar AS.

>>> Jadwal Program Televisi Selasa, 9 Juni 2026 ada Film Bioskop Songbird dan American Assassin di ANTV, GTV, Indosiar, MDTV, Metro TV, MNCTV, RCTI, SCTV, Trans 7, Trans TV dan TVONE serta Link Nonton

Ekonom dari Capital Economics, Tuvey, memberikan catatan khusus mengenai peningkatan risiko premi pada aset-aset investasi di dalam negeri.

"Tanpa adanya perubahan arah kebijakan, risiko premi pada aset Indonesia kemungkinan akan terus meningkat," ungkap Tuvey.

Kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan di Timur Tengah turut memperumit situasi pasar di negara-negara pengimpor energi.

>>> Saham Big Banks Berguguran, Cetak Rekor Terendah Baru

Risiko inflasi impor ini berdampak langsung pada neraca perdagangan serta memperlebar defisit fiskal negara-negara berkembang di Asia.