Proyek renovasi Stadion Camp Nou milik Barcelona terancam mangkrak. Kendala utama muncul setelah klub mulai kehabisan dana akibat biaya pembangunan yang terus membengkak.

Barcelona memanfaatkan pinjaman dari Goldman Sachs sebesar 1,45 miliar euro atau sekitar Rp 35 triliun untuk membiayai renovasi tersebut.

>>> Timnas Iran Protes FIFA Akibat Kendala Visa Jelang Piala Dunia 2026

Proyek ambisius ini sudah berjalan sejak 2023 dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada 2027.

Meski mengantongi kucuran dana pinjaman dengan nilai fantastis, anggaran tersebut rupanya masih belum memadai. Pihak manajemen klub dilaporkan mulai kesulitan keuangan lantaran kas yang dialokasikan kian menipis.

Berdasarkan laporan MARCA, dewan pengurus klub mengonfirmasi adanya pembengkakan dana pada proyek pemugaran Camp Nou.

Anggaran yang awalnya dipatok sebesar 960 juta euro atau kisaran Rp 20,1 triliun, kini melonjak hingga melewati angka 1,2 miliar euro atau setara Rp 25,1 triliun.

Guna mencari solusi atas krisis anggaran ini, Barcelona berencana menyelenggarakan Rapat Umum Luar Biasa pada awal Juli.

Presiden Barcelona Joan Laporta bakal membentuk badan pengurus baru yang khusus ditugaskan untuk mengatasi persoalan finansial tersebut.

Perkembangan Fisik Stadion

Camp Nou telah kembali digunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola meski proses pemugaran belum rampung seutuhnya.

Skuad Blaugrana sudah menempati markas mereka sejak November 2025, sementara pengerjaan atap stadion dan tribun atas masih terus berjalan.

Sejauh ini, pengerjaan fisik Camp Nou sudah melewati fase 1C yang berhasil memperluas daya tampung penonton dari 45 ribu menjadi 67 ribu kursi.

Pembangunan saat ini difokuskan pada penyelesaian dua tribun VIP dan VVIP dengan kapasitas menampung sekitar 9.400 tempat duduk.