Max Verstappen gagal menyelesaikan balapan F1 GP Monako 2026 setelah mobil Red Bull Racing-nya mengalami kerusakan mesin sejak sebelum start.

Pembalap asal Belanda itu terpaksa menghentikan perlombaan sesaat setelah start karena kehilangan daya saing. Ia pun pulang tanpa poin.

>>> Superbank Catat Pertumbuhan Kredit 55 Persen Berkat Ekosistem Grab

Kegagalan ini memperlebar jarak Verstappen di klasemen pembalap. Sebelum balapan, ia sudah tertinggal 88 poin dari pemimpin sementara, Kimi Antonelli.

Komunikasi Intens dengan Kru Mekanik

Masalah teknis memicu komunikasi intens antara Verstappen dan kru mekanik melalui radio tim sesaat setelah start.

"Apa yang harus saya lakukan?" tanya Verstappen.

Mekanik pun merespons, "Bawa mobil kembali, Max."

Keputusan itu memastikan Verstappen tidak dapat menyelesaikan satu putaran penuh. Dalam perjalanan kembali ke pit, ia meluapkan kekesalannya.

>>> Kemnaker: 23.470 Buruh Kena PHK pada Januari-Mei 2026

"Bahkan saat lap formasi, mesinnya sudah rusak," ujar Verstappen dengan nada marah melalui radio tim.

Penjelasan Verstappen soal Kronologi

Saat diwawancarai Sky Sports di area garasi, Verstappen menjelaskan kronologi kegagalan mekanis tersebut.

"Sejak lap formasi semuanya sudah tidak berjalan dengan baik. Prosedur menjelang start juga sangat buruk, lalu mesinnya benar-benar mati," katanya.

Ia sempat mencoba mempertahankan laju mobil, namun kendala teknis tidak memungkinkan. "Saya hanya mendapatkan sedikit tenaga kembali setelah tikungan pertama.

Suara mesinnya sangat buruk, saya tidak bisa membuka gas penuh," jelas Verstappen.

>>> Christian Eriksen Kolaps Lagi, Alat Pacu Jantung Selamatkan Nyawanya

Hasil minor di Monako memperpanjang akhir pekan sulit bagi Red Bull. Selain Verstappen, rekan setimnya Isack Hadjar juga dilaporkan mengalami gangguan serius pada mobilnya sepanjang rangkaian balapan.