Penurunan performa dan jarak tempuh sepeda motor listrik sering kali disebabkan oleh ketidakseimbangan tegangan antar sel atau cell imbalance pada baterai lithium-ion.

Kondisi ini membuat pasokan daya tidak optimal karena perbedaan voltase antar komponen. Perbaikan memerlukan penanganan khusus, termasuk proses penyeimbangan ulang.

>>> Keterlambatan RKAB 2026 Bebani Industri Karoseri Truk

Abdulah, pemilik bengkel Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, menjelaskan langkah awal yang harus dilakukan adalah membongkar seluruh paket baterai.

"Prosesnya pasti pertama kita bongkar dari pack baterainya. Pack baterainya kita bongkar, kemudian kita melakukan pengecekan sel satu per satu," kata Abdul.

Pemeriksaan mendetail dilakukan untuk memastikan tegangan dan kapasitas setiap sel seragam. "Voltasenya harus rata semua, kapasitasnya juga harus rata semua," ujarnya.

>>> Harga City Car Juni 2026 Stabil, Toyota Agya GR Mulai Rp 237 Jutaan

Jika ditemukan sel yang tidak seimbang, teknisi akan melakukan balancing untuk meratakan voltase dan kapasitas. Langkah ini penting agar Battery Management System (BMS) tidak membatasi performa kendaraan.

Setelah semua sel setara atau sel rusak diganti, baterai masuk tahap pengujian akhir. "Setelah itu, kita drain sampai nol, lalu kita isi penuh lagi sampai full.

Jadi semuanya kembali rata," jelas Abdul.

>>> Bengkel Motor Listrik Ungkap Cara Deteksi Penurunan Performa Baterai

Cell imbalance dapat dipicu oleh perbedaan karakteristik bawaan pabrik, usia pakai kendaraan, serta kebiasaan pengisian daya yang buruk seperti membiarkan baterai kosong atau mengecas saat panas.