Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia pada posisi Mei 2026 mengalami penurunan. Angkanya berkurang US$ 1,3 miliar menjadi US$ 144,9 miliar.

Posisi tersebut merupakan yang terendah dalam hampir dua tahun terakhir, tepatnya sejak Juni 2024. Penurunan ini terjadi secara berturut-turut setiap bulan sepanjang tahun ini.

>>> Daftar Harga Toyota Agya GR Sport per Juni 2026, Mulai Rp 237,6 Juta

BI menyebutkan beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan cadangan devisa. Di antaranya penerbitan global bond pemerintah, penerimaan pajak dan jasa, serta pembayaran utang luar negeri.

Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah juga turut berperan.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari dalam negeri.

>>> Perbankan Kuasai 75,59% Pendanaan Pinjol, Tembus Rp66,25 Triliun

Meskipun menurun, cadangan devisa Mei 2026 dinilai masih aman.

Jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor, atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

>>> Pelemahan Rupiah Tembus Rp 18.000, Industri Manufaktur Tertekan

Angka itu berada di atas standar kecukupan internasional yang sekitar tiga bulan impor. Dengan demikian, ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga.