Bursa Efek Indonesia (BEI) mencoret tiga kandidat perusahaan dari pipeline initial public offering (IPO) tahun ini.

Keputusan tersebut diumumkan pada Senin (8/6/2026) berdasarkan data per 5 Juni 2026.

>>> Dejan Lovren Ungkap Keretakan Hubungan Mohamed Salah dan Arne Slot

Jumlah perusahaan yang bersiap melantai di bursa kini berkurang dari sekitar 15 menjadi 12 perusahaan. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan alasan pencoretan tersebut.

"Ada yang revisi laporan keuangan menggunakan laporan keuangan terbaru, ada yang masih membutuhkan kelengkapan dokumen," kata Nyoman.

Ia menambahkan bahwa sebagian kandidat belum mendapatkan persetujuan untuk IPO tahun ini.

Target Perusahaan Besar dan Menengah

BEI menargetkan delapan perusahaan skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar. Sisanya merupakan perusahaan skala menengah dengan aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

Nyoman optimistis proses IPO tetap berjalan sesuai rencana. "Itu harapan kita untuk speed up prosesnya.

So far masih on track," ujarnya.

>>> Michael Carrick Rampungkan Transfer Ederson ke Manchester United

Kondisi pasar saham Indonesia tengah bergejolak.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,2% ke posisi 5.594 pada Jumat (5/6/2026).

Secara year-to-date, IHSG turun 35,3%, menjadikannya indeks saham paling lesu di dunia sepanjang 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyoroti sepinya IPO pada kuartal I-2026.

"Mungkin dalam periode first quarter ini ketidakpastian tinggi, sehingga ini masih dalam pipeline," kata Airlangga saat membuka Program PINTAR Reksa Dana di BEI, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Airlangga menekankan pentingnya IPO perusahaan swasta untuk mendorong pertumbuhan indeks saham.

>>> Iran Sebut AS Bertanggung Jawab atas Pelanggaran Gencatan Senjata Israel

BEI baru mencatatkan IPO pertama pada 10 April 2026 melalui PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) dengan dana terkumpul sekitar Rp302,4 miliar.