Sekitar 150 ahli matematika dari berbagai negara menandatangani deklarasi yang memperingatkan pemerintah agar tidak mudah percaya pada klaim sensasional tentang kemampuan kecerdasan buatan (AI).

Deklarasi ini muncul setelah OpenAI mengklaim bahwa produk AI mereka berhasil memecahkan konjektur matematika yang telah berusia 80 tahun, yang sebelumnya dianggap sebagai masalah terbuka oleh matematikawan Paul Erdos.

>>> OpenAI Luncurkan Lockdown Mode di ChatGPT untuk Cegah Serangan Siber

Klaim tersebut memicu perdebatan sengit di kalangan akademisi.

Banyak yang meragukan keandalan AI dan mencurigai adanya insentif komersial yang kuat dari industri teknologi untuk melebih-lebihkan kemampuan produk mereka.

Deklarasi Leiden tentang AI dan Matematika

Dokumen yang dikenal sebagai Deklarasi Leiden tentang AI dan Matematika ini menekankan pentingnya peran manusia dalam mengawal masa depan penelitian matematika.

Tillmann, Wakil Presiden International Mathematical Union, menyatakan bahwa masa depan penelitian matematika harus dipandu oleh penilaian manusia, praktik yang adil dan transparan, serta nilai-nilai bersama komunitas matematika global.

>>> Kate Middleton Bertemu Mantan Pacar di Pernikahan Kerajaan

Deklarasi tersebut juga menyarankan pembuat kebijakan untuk berkonsultasi dengan para ahli sebelum mengambil keputusan terkait AI.

Kekhawatiran lain yang diangkat adalah potensi AI menghasilkan argumen atau solusi palsu yang terlihat meyakinkan namun tidak dapat diandalkan.

Goldberg, Kepala Ilmu Komputer Universitas Oxford, mengatakan bahwa teknik otomatisasi saat ini dapat menghasilkan argumen yang terdengar masuk akal tetapi sulit dibedakan dari pembuktian matematika yang benar.

Selain masalah keandalan, deklarasi tersebut menyoroti posisi rentan akademisi dalam memperoleh pendanaan baru serta dampak industri AI pada militer, misinformasi, dan lingkungan.

>>> Fenomena Jensen Huang Dongkrak Saham Produsen Daging Babi Korea

Ochigame, antropolog AI dari Universitas Leiden, mengungkapkan kekhawatiran bahwa matematikawan yang tidak berniat berkontribusi pada pengembangan AI mendapati karya mereka digunakan tanpa persetujuan.