Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ditutup melemah 2,49 persen ke level Rp 2.740 per saham pada akhir perdagangan Jumat (5/6/2026).

Pelemahan ini memperpanjang koreksi mingguan BBRI yang mencapai 7,12 persen dalam sepekan terakhir.

>>> Marc Marquez Raih Kemenangan ke-100 Usai Juarai MotoGP Hungaria 2026

Volume perdagangan saham BBRI tercatat sebanyak 310,05 juta saham dengan frekuensi 68.318 kali. Total nilai transaksi mencapai Rp 855,35 miliar.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 110,79 miliar pada sesi tersebut.

Meskipun mengalami koreksi, valuasi saham BBRI dinilai sudah sangat murah. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, rasio price to book value (PBV) BBRI berada di posisi 1,23 kali.

Angka ini berada di bawah -2 PBV standard deviation tiga tahun terakhir yang sebesar 1,27 kali.

Sementara itu, price earning ratio (PER) TTM BBRI tercatat 7,1 kali, juga di bawah -2 PE standard deviation tiga tahun terakhir sebesar 7,31 kali.

Melihat kondisi ini, Mandiri Sekuritas dalam Equity Valuation yang dirilis pekan lalu tetap memberikan rekomendasi buy untuk BBRI dengan target harga Rp 4.100.

Di sisi lain, CGS International Sekuritas merilis analisis teknikal untuk pergerakan saham BBRI pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Broker tersebut menetapkan area support pertama di level 2.703 dan support kedua di 2.667.

>>> Kemensos Buka 8.180 Formasi PPPK Sekolah Rakyat 2026, Cek Syaratnya

Resistance pertama dipatok pada level 2.803, sedangkan resistance kedua di 2.867.

Dari sisi fundamental, Bank Rakyat Indonesia membukukan laba bersih bank only sebesar Rp 4 triliun pada April 2026.

Angka ini tumbuh 3 persen secara year on year (YoY), meskipun turun 2 persen secara month on month (MoM).