Arab Saudi terus memperluas sektor ekonomi non-migas melalui proyek agrikultur strategis. Langkah terbaru adalah pembangunan kota kopi pertama di Kerajaan yang berlokasi di wilayah Baha.

Proyek yang telah berjalan hampir tiga tahun ini bertujuan meningkatkan hasil panen kopi nasional.

>>> Investasi Emas Batangan Diproyeksi Kalahkan Emas Perhiasan Sisa Tahun 2026

Selain itu, proyek ini diharapkan memperkuat rantai pasok dan membuka jalur ekspor baru bagi kopi Arab Saudi.

Menurut laporan Al Arabiya, lebih dari 527.000 bibit kopi telah ditanam di lahan seluas sekitar 170 hektare.

Saat beroperasi penuh, kota kopi ini ditargetkan memproduksi sekitar 2.000 ton kopi per tahun.

Proyek ini juga menciptakan 100 lapangan kerja langsung bagi petani, teknisi, dan supervisor. Dampak ekonominya diperkirakan meluas ke sektor logistik, operasional, dan pemasaran.

Seorang petani kopi asal Baha, Mohammed Abbas, mengatakan bahwa pembangunan pusat kopi ini merupakan bagian dari peta jalan Arab Saudi untuk menjadi pemain kunci di industri kopi global.

"Kota kopi ini telah dibangun dan beroperasi selama hampir tiga tahun," ujarnya.

Wilayah Baha dikenal sebagai salah satu sentra pertanian penting di Arab Saudi. Kawasan ini berkontribusi besar dalam memasok komoditas pangan untuk pasar domestik dan internasional.

Pemerintah menargetkan total produksi kopi nasional mencapai 10.000 ton per tahun. Target ini akan dicapai melalui pengoperasian enam kota kopi di berbagai wilayah.

Empat kontrak proyek kota kopi telah diberikan kepada perusahaan lokal dan internasional, sementara dua proyek lainnya masih dalam tahap tender.

Rumah bagi Ratusan Kebun Kopi

Pembangunan kota kopi Baha dipusatkan di area Ma'shouqa, yang telah lama menjadi sentra budidaya kopi.