Resistensi insulin merupakan kondisi ketika sel-sel tubuh tidak merespons hormon insulin secara optimal. Kondisi ini menjadi indikator awal prediabetes dan diabetes tipe 2.

Perbaikan pola makan menjadi langkah efektif untuk meningkatkan sensitivitas insulin. Para ahli dari Cleveland Clinic menyarankan fokus pada konsumsi serat, protein berkualitas, serta lemak sehat.

>>> Timnas Maroko Imbang 1-1 Lawan Norwegia di Laga Uji Coba

Enam Asupan Makanan untuk Mengatasi Resistensi Insulin

Jenis karbohidrat yang dikonsumsi memegang peranan penting. Biji-bijian seperti oatmeal, beras merah, gandum utuh, quinoa, dan barley memiliki kandungan serat tinggi yang memperlambat pencernaan.

Ikan berlemak seperti salmon, sarden, makarel, tuna, dan herring kaya asam lemak omega-3. Konsumsi rutin ikan ini efektif meredakan peradangan kronis dan menjaga rasa kenyang lebih lama.

Protein rendah lemak juga krusial dalam memperlambat pencernaan. Pilihan terbaik meliputi ayam tanpa kulit, kalkun, telur, daging sapi tanpa lemak, serta tahu dan tempe.

>>> Kroasia Kalahkan Slovenia 2-1 dalam Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026

Sayuran nonpati sangat direkomendasikan karena rendah kalori namun kaya vitamin dan serat.

Brokoli, bayam, kale, selada, kubis, asparagus, paprika, mentimun, dan kembang kol tidak memicu kenaikan gula darah signifikan.

Kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang hitam, lentil, kacang polong, buncis, dan edamame mendukung kontrol gula darah. Kelompok makanan ini kaya serat, protein nabati, dan senyawa bioaktif.

>>> Sinopsis Film Happy New Year Hari ini 8 Juni 2026 Mega Bollywood di ANTV

Buah tinggi serat seperti apel, pir, stroberi, blueberry, raspberry, dan jeruk tetap aman dikonsumsi. Mengonsumsi buah utuh lebih disarankan daripada jus agar seratnya tidak hilang.