Mayoritas pendapatan ekspor dan sekitar 60-65 persen bahan baku menggunakan mata uang dolar AS.

>>> Max Verstappen Gagal Finis di GP Monako Akibat Kerusakan Mesin

Fitri menegaskan bahwa penjualan menggunakan dolar AS, sementara sebagian besar bahan baku juga dibeli dalam dolar AS.

Meskipun demikian, stabilitas nilai tukar tetap menjadi faktor yang paling krusial bagi para pelaku usaha ekspor. Jika pergerakannya terlalu fluktuatif, pembeli global bisa menjadi khawatir.

Menjajaki Kontrak Baru

Guna mendukung target pertumbuhan, PBRX sedang menjajaki kontrak baru dengan beberapa pembeli di pasar global.

Kontrak baru ini diperkirakan menambah penjualan sekitar US$ 2 juta hingga US$ 3 juta.

Namun, perseroan tetap membatasi volume agar modal kerja tidak terbebani.

Fitri mengatakan bahwa ada beberapa buyer baru yang sedang dijajaki, tetapi nilainya masih relatif kecil karena baru tahap awal.

Perusahaan harus tetap konservatif karena semakin besar order yang diterima, semakin besar pula kebutuhan modal kerja yang harus disiapkan.

Fokus saat ini adalah memaksimalkan kapasitas yang sudah ada.

Di samping itu, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan menyetujui penyesuaian Anggaran Dasar sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 yang bersifat administratif.

>>> Timnas Indonesia U-19 Kalahkan Vietnam 2-1, Lolos ke Semifinal Piala AFF

RUPS juga mengesahkan laporan tahunan serta menyetujui pengangkatan kembali direksi dan komisaris yang habis masa jabatannya.