PT Pan Brothers Tbk (PBRX) membidik pertumbuhan penjualan sekitar 10 persen pada tahun 2026. Langkah ini seiring dengan upaya perseroan memperkuat fundamental operasional pasca restrukturisasi utang.

Emiten tekstil dan garmen tersebut kini mengedepankan efisiensi, digitalisasi, serta optimalisasi kapasitas produksi yang sudah ada. Perusahaan tidak berencana melakukan ekspansi fisik yang membutuhkan belanja modal besar.

>>> Timnas U19 Indonesia Tekuk Vietnam 2-1 di ASEAN U19 Championship

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian dalam pengelolaan modal kerja pasca rampungnya proses restrukturisasi. Perseroan juga mewaspadai ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik.

Fokus pada Penguatan Operasional

Direktur Keuangan Pan Brothers, Fitri R. Hartono, menyatakan bahwa tahun 2026 perseroan masih memproyeksikan penjualan tumbuh sekitar 10 persen dibandingkan 2025.

Untuk profitabilitas, perusahaan menargetkan peningkatan terutama pada bottom line operasional.

Sebagai perusahaan manufaktur berbasis pesanan (job order), Pan Brothers baru memproduksi barang setelah mendapatkan order dari pemilik merek global.

Oleh karena itu, efisiensi operasional sangat krusial bagi margin usaha.

Peningkatan produktivitas dilakukan melalui investasi pada sistem digital dan otomasi di dalam pabrik yang telah tersedia. Perusahaan tidak berencana membangun fasilitas produksi baru.

Fitri menjelaskan bahwa ekspansi fisik seperti membangun pabrik baru belum ada dalam rencana. Namun, di dalam pabrik terus dilakukan otomasi dan digitalisasi melalui penambahan mesin maupun software baru.

Harapannya, efisiensi meningkat sehingga output juga bisa bertambah. Dengan demikian, target pertumbuhan penjualan dapat tercapai tanpa harus mengeluarkan belanja modal besar.

Dampak Fluktuasi Nilai Tukar Terbatas

Terkait fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, manajemen menilai dampaknya relatif terbatas. Hal ini berkat mekanisme lindung nilai alami (natural hedging) yang dimiliki perseroan.