Penjualan Steam Deck dikabarkan mengalami penurunan drastis hingga 82% setelah Valve menaikkan harga jualnya. Meski terkesan wajar, angka tersebut cukup mengejutkan.

Menurut laporan Boiling Steam yang menggunakan data SteamDB, Valve kini hanya menjual sekitar 1.400 hingga 3.000 unit per minggu.

>>> Metal Gear Solid Master Collection Vol 2: MGS4 dan Peace Walker 4K 60fps, Switch 1 Tetap 30fps

Sebelumnya, angka penjualan berkisar antara 11.000 hingga 18.000 unit per minggu.

Pendapatan mingguan pun ikut merosot dari estimasi $6-10 juta menjadi hanya $1,2-2,5 juta.

Perlu dicatat bahwa angka ini bukanlah data resmi Valve, melainkan estimasi berdasarkan data grafik mingguan dan perhitungan rentang pendapatan.

Posisi Steam Deck dalam grafik penjualan juga turun dari peringkat #4-5 tahun lalu menjadi #15 pada pertengahan 2026.

Penyebab Penurunan: Harga, Usia, dan Kompetisi

Kenaikan harga Steam Deck OLED hingga 40% jelas menjadi faktor utama.

>>> Kapan DBD Chaos Shuffle Kembali? Ini Jadwalnya

Konsol genggam ini awalnya tidak dirancang untuk bersaing di segmen premium, terutama dengan hadirnya pesaing seperti ROG Ally X yang dibanderol di bawah $1.000.

Namun, harga bukan satu-satunya penyebab. Kehadiran Steam Machine juga diduga memengaruhi, karena pemain mungkin memilih menunda pembelian demi mini PC tersebut.

Selain itu, usia Steam Deck yang sudah lebih dari empat tahun membuat sebagian calon pembeli menunggu generasi berikutnya, Steam Deck 2, daripada mengeluarkan hampir $800 untuk perangkat yang dianggap 'generasi lama'.

Meski penjualan menurun, Steam Deck masih dianggap sebagai konsol genggam terbaik oleh banyak pengamat. Permintaan diperkirakan akan meningkat kembali setelah hype Steam Machine mereda.

Namun, daya tarik harga Steam Deck kini tergerus oleh kehadiran ROG Ally putih seharga $599,99 di Best Buy.

>>> Kevin Feige Berdiri dan Bersorak Usai Nonton Spider-Man: Brand New Day

Meski bukan barang murah, alternatif tersebut menjadi salah satu pilihan dengan harga paling masuk akal di pasaran.