Max Verstappen gagal finis di Formula 1 Grand Prix Monako pada Minggu, 7 Juni 2026, setelah mesin mobil Red Bull miliknya mendadak mati total saat start.

Insiden tersebut terjadi di Circuit de Monaco, membuat sang juara dunia empat kali langsung terhenti di grid. Pebalap lain di belakangnya terpaksa beralih arah untuk menghindari tabrakan.

>>> Timnas Indonesia U-19 Ungguli Vietnam 1-0 di Babak Pertama Piala AFF

Verstappen meluapkan kekesalannya melalui radio tim. "Yep, nice.

Completely ****. Guys, what the **** man?"

ujarnya saat mobilnya berhenti.

Sebelum kerusakan fatal ini, Verstappen dan Red Bull tampil impresif di sesi kualifikasi. Mereka mengalahkan duo Ferrari untuk mengamankan posisi start kedua di belakang Kimi Antonelli dari Mercedes.

Usai balapan, Verstappen mengungkapkan bahwa indikasi masalah sudah terasa sejak putaran pemanasan.

"Already the formation lap was not going very well and then after that the pre-start was terrible," katanya kepada Sky Sports F1.

Pebalap asal Belanda itu menambahkan bahwa hilangnya konsistensi performa mesin membuat mobilnya kehilangan tenaga drastis setelah tikungan pertama.

"There was just no consistency and then the engine just dropped dead," tuturnya.

Setelah akhir pekan yang mengecewakan di Monako, fokus tim kini beralih ke seri berikutnya di Spanyol.

>>> Max Verstappen Rebut Posisi Start Kedua di GP Monako 2026

Verstappen meyakini karakteristik lintasan Barcelona akan memberikan jawaban lebih akurat mengenai perkembangan performa aerodinamika Red Bull.

"It's a completely different track so it will be a good test to see if we actually really made a proper step forward or not," ujar Verstappen.