Laba Industri P2P Lending Melonjak 71,43% Jadi Rp 960 Miliar per April 2026
Industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring membukukan laba bersih sebesar Rp 960 miliar pada April 2026.
Angka ini melonjak 71,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
>>> Kementerian Haji dan Umrah Kawal Penanganan Bagasi Jemaah yang Tertunda
Kenaikan laba tersebut terjadi di tengah berkurangnya jumlah platform akibat konsolidasi industri dan pencabutan izin usaha oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK, Agusman, mengungkapkan bahwa performa ini berbalik dari bulan sebelumnya.
Pada Maret 2026, laba industri justru turun 21,68 persen secara tahunan menjadi Rp 680 miliar.
"Pada April 2026, laba industri Pindar telah meningkat secara signifikan sebesar 71,43% yoy menjadi sebesar Rp 0,96 triliun," ujar Agusman kepada wartawan, Minggu (7/6/2026).
Penyusutan Jumlah Platform
Penurunan laba pada Maret 2026 dipengaruhi oleh dinamika bisnis penyelenggara serta perubahan struktur industri, termasuk adanya platform yang kehilangan izin usaha.
Agusman menegaskan bahwa penurunan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh perubahan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO).
>>> BTN Perkuat Manajemen Risiko untuk Tekan Rasio Kredit Bermasalah
Jumlah penyelenggara pinjaman daring terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2019, terdapat 164 platform yang terdaftar dan berizin.
Angka itu berkurang menjadi 102 entitas pada akhir 2022 setelah regulator mewajibkan seluruh penyelenggara memiliki izin usaha.
Per Maret 2026, jumlah platform tinggal 95 entitas. Tujuh penyelenggara menghentikan operasi karena mengembalikan izin atau dicabut oleh OJK.
OJK mengingatkan pelaku usaha untuk memperkuat manajemen risiko dan kualitas credit scoring berbasis data.
Hal ini seiring kenaikan tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) yang mencapai 4,62 persen per April 2026.
Saat ini terdapat 15 platform pinjaman daring dengan rasio TWP90 di atas 5 persen.
>>> Kabar Duka Peabo Bryson dan Pernikahan Mewah Dua Lipa di Italia
Agusman menambahkan bahwa dinamika perekonomian saat ini masih berpotensi memengaruhi kemampuan bayar peminjam. Meski demikian, ia optimistis industri P2P lending ke depan masih dapat tumbuh positif dan terjaga.
Update Terbaru
Kimi Antonelli Juarai F1 GP Monako 2026, Hadjar Podium Perdana
Minggu / 07-06-2026, 23:14 WIB
Depresiasi Rupiah Tekan Industri Alas Kaki, Biaya Bahan Baku Melonjak 40%
Minggu / 07-06-2026, 23:13 WIB
Denmark vs Ukraina: Laga Persahabatan di Odense
Minggu / 07-06-2026, 23:12 WIB
Andy Roddick Bela Keputusan Mundur Matteo Arnaldi di Roland-Garros
Minggu / 07-06-2026, 23:12 WIB
Kimi Antonelli Menangi GP Monako yang Sempat Dihentikan Bendera Merah
Minggu / 07-06-2026, 23:08 WIB
Denmark Jamu Ukraina dalam Laga Uji Coba di Odense
Minggu / 07-06-2026, 23:08 WIB
Aplikasi Penghasil Saldo DANA Banyak Digunakan untuk Tambahan Penghasilan
Minggu / 07-06-2026, 23:08 WIB
Empat Tim Bersaing di Playoff La Liga Hypermotion untuk Tiket Promosi
Minggu / 07-06-2026, 22:59 WIB
Playoff La Liga Hypermotion: Empat Tim Berebut Satu Tiket Promosi, Mental Jadi Kunci
Minggu / 07-06-2026, 22:59 WIB
Anthony Gordon Ungkap Wejangan Marcus Rashford soal Barcelona
Minggu / 07-06-2026, 22:58 WIB
Ikappi Soroti Lonjakan Harga Bawang Merah di Pasar Tradisional
Minggu / 07-06-2026, 22:53 WIB
OJK Catat 19 Fintech Lending dengan Kredit Macet di Atas 5 Persen
Minggu / 07-06-2026, 22:48 WIB
KKP Bangun Kawasan Industri Garam di Rote Ndao untuk Capai Swasembada 2027
Minggu / 07-06-2026, 22:48 WIB
Ibnu Riza Pimpin IESPA Lagi, Fokus Kembangkan Ekonomi Esport
Minggu / 07-06-2026, 22:43 WIB






