Eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz memicu pelemahan mayoritas bursa saham di Timur Tengah pada Minggu, 7 Juni 2026.

Ketegangan geopolitik dipicu oleh serangan pasukan AS terhadap instalasi radar pesisir milik Iran pada Sabtu, setelah berhasil mencegat gelombang drone.

>>> Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah Piala ASEAN FIFA 2026 Divisi Satu

Kondisi keamanan di akhir pekan tersebut langsung memukul sentimen investor di sejumlah pasar keuangan regional.

Bursa Arab Saudi dan Qatar Tertekan

Indeks acuan Arab Saudi mencatatkan penurunan sebesar 0,6 persen ke level 10.929.

Pelemahan ini utamanya didorong oleh merosotnya saham Saudi Arabian Mining Company sebesar 3,1 persen dan saham Saudi Aramco sebesar 0,6 persen.

Selain itu, saham Kingdom Holding Company di bursa Riyadh ikut merosot 3 persen, menghentikan tren lonjakan tajam sebelumnya terkait antusiasme rencana melantainya SpaceX.

>>> Turis Rusia dan Nakhoda Selamat Berenang ke Daratan Usai Kapal Karam di Labuan Bajo

Sentimen negatif juga menjalar ke bursa Qatar, di mana indeksnya melemah 0,3 persen ke level 10.305 setelah saham Qatar National Bank merosot 1,2 persen.

Kuwait dan Mesir Ikut Anjlok

Indeks saham Kuwait tergelincir 0,5 persen ke level 9.181 setelah militer setempat mengonfirmasi telah menghalau tujuh rudal balistik di atas pemukiman warga pada Sabtu.

Dampak sentimen geopolitik ini meluas hingga ke luar kawasan Teluk, menyebabkan indeks saham unggulan Mesir mencatatkan penurunan sebesar 0,9 persen ke level 52.165.

Sementara itu, indeks Bahrain berhasil naik tipis 0,1 persen ke level 1.983 kendati situasi sempat tegang akibat bunyi sirene udara.

>>> Intel Luncurkan Prosesor Xeon 6+ untuk Infrastruktur AI

Pelemahan ini membalikkan optimisme pasar komoditas pada Jumat lalu, di mana harga minyak mentah berjangka Brent sempat ditutup melemah 2 persen di level $93,09 per barel.