Gubernur Jakarta Pramono Anung menjanjikan insentif pajak bagi sektor perhotelan, restoran, dan kafe yang aktif melakukan pemilahan sampah.

Kebijakan ini diumumkan saat meninjau Car Free Day (CFD) di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu (7/6/2026).

>>> Alexander Zverev Hadapi Flavio Cobolli di Final French Open 2026

Insentif tersebut akan diberikan melalui sebuah kompetisi resmi.

Pramono menilai masyarakat lebih responsif terhadap perlombaan, sehingga kebijakan ini dirancang sebagai strategi merangsang kepedulian pelaku usaha terhadap lingkungan.

"Tadi saya menyampaikan, Pemerintah DKI Jakarta akan melombakan (pilah sampah), hal ini karena masyarakat kita itu kan paling senang untuk dilombakan," kata Pramono kepada wartawan.

Hadiah utama bagi pemenang kompetisi berupa pengurangan atau insentif pajak usaha. Pramono yakin stimulus finansial ini akan menjadi daya tarik kuat bagi pemilik hotel, restoran, dan kafe.

"Juara apa hadiahnya? Insentif pajak.

>>> Manchester United Berpeluang Tikung Bayern Munich dalam Perburuan Nathaniel Brown

Udahlah kalau namanya hotel atau apa pun, hotel, restoran, kafe kalau diberikan insentif pajak, pasti mereka semangat," ujar dia.

Program ini ditargetkan memperluas skala gerakan pemilahan sampah di Jakarta secara masif.

Saat ini, sudah ada pelaku industri perhotelan yang mulai menerapkan sistem pemilahan secara mandiri, seperti Luwansa Hotel.

Selain pengumuman insentif, CFD Rasuna Said juga dimanfaatkan untuk mengampanyekan pemilahan sampah kepada masyarakat. Kampanye melibatkan figur publik Cinta Laura sebagai duta lingkungan.

"Hari ini juga kita gunakan momentum untuk car free day di Rasuna Said ini untuk pilah sampah.

>>> Victor Lai Juara Indonesia Open 2026 Usai Kalahkan Jonatan Christie

Salah satu ambassador duta pilah sampah, adalah Cinta Laura yang memang mempunyai komitmen untuk pilah sampah dari awal," kata Pramono.