Penyaluran kredit modal kerja (KMK) perbankan nasional pada April 2026 menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Bank Indonesia (BI) mencatat realisasi KMK mencapai Rp 3.608,6 triliun, tumbuh 5,8% secara year-on-year (yoy).

>>> ASUS TUF A15 FA506NCG Masih Jadi Opsi Menarik untuk Gaming di Harga Rp 15 Jutaan

Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada April 2025, pertumbuhan KMK hanya sebesar 4,3% yoy.

Pertumbuhan didorong oleh sektor pertambangan dan penggalian yang melonjak 14,3% yoy. Sektor ini sebelumnya sempat mengalami kontraksi 4,2% yoy pada Maret 2026.

Sektor konstruksi juga mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 29,3% yoy. Meskipun sedikit melandai dari 30,3% yoy pada Maret 2026, tren ekspansi masih berlanjut.

Sebaliknya, sektor listrik, gas, dan air bersih mengalami kontraksi 3,8% yoy. Pada Maret 2026, sektor ini masih tumbuh positif 14,8% yoy.

Analisis Pengamat dan Perbankan

Senior Vice President LPPI Trioksa Siahaan menilai kenaikan KMK mencerminkan meningkatnya aktivitas operasional dunia usaha.

Menurutnya, kebutuhan pembiayaan untuk persediaan, bahan baku, distribusi, dan siklus produksi meningkat seiring membaiknya aktivitas ekonomi.

Namun, Trioksa mengingatkan bahwa lonjakan ini belum bisa dikategorikan sebagai ekspansi besar-besaran. Tambahan modal saat ini lebih banyak dialokasikan untuk operasional jangka pendek, bukan perluasan bisnis jangka panjang.

>>> Timnas Inggris Tatap Piala Dunia 2026 dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Ia juga melihat pengaruh pelemahan rupiah terhadap aktivitas ekspor.

Kurs rupiah yang menurun membuat harga bahan baku domestik lebih kompetitif, sehingga mendorong permintaan ekspor dan kebutuhan modal kerja.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melaporkan tren serupa. Hingga kuartal I-2026, BCA menyalurkan KMK sebesar Rp 434,1 triliun, naik 2,99% yoy.

Corporate Communication BCA Hera F. Heryn mengatakan pertumbuhan kredit sejalan dengan pertumbuhan ekonomi domestik.

PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) juga mencatat pertumbuhan KMK, meskipun tidak merinci angka nominal.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menyebut pertumbuhan didukung sektor perdagangan besar dan eceran serta industri pengolahan.

Ke depan, KB Bank akan memprioritaskan penyaluran KMK pada sektor usaha berprospek cerah dan fundamental bisnis yang kokoh.

>>> Simpan Password di Browser Intai Risiko Keamanan Siber

Langkah ekspansi pembiayaan telah sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) yang dicanangkan.